I Move To “www.sunjayadi.com”

14 04 2008

Hallo teman-teman dan pembaca,

Mulai hari ini, 14 April 2008 seluruh content blog ini saya pindahkan ke www.sunjayadi.com

Jadi bagi anda yang ingin membaca postingan-postingan saya selanjutnya silakan kunjungi website saya.

Bisa klik disini

Terima kasih, Achmad Sunjayadi (Sangkelana)

_______________________________________________________

Dear readers and colleagues,

Since April 14, 2008, I moved all the content of this blog to my website www.sunjayadi.com

so if any of you would liked to continue reading my posts,  please visit and enjoy 🙂

Thank you, Achmad Sunjayadi (Sangkelana)

Iklan




Cetak Ulang Batavia Awal Abad XX

29 11 2007

Bagi para pecinta Batavia Tempo Doeloe , beberapa bulan yang lalu buku Batavia Awal Abad XX kembali dicetak ulang. Kali ini dilengkapi dengan kata pengantar dari pakar sejarah turisme, Iskandar P. Nugraha dan foto-foto menarik yang menjadi ilustrasi. Dapatkan segera di toko-toko buku!





Kue Bugis Kanre Jawa

2 05 2007

Urusan perut, merupakan urusan yang tidak bisa ditawar lagi. Ada orang yang menjadi beringas lantaran urusan perut. Yang jelas, urusan perut erat kaitannya dengan makanan. Di Makassar, bagi yang belum terbiasa dengan kuliner daerah ini dibutuhkan waktu beberapa saat untuk menyesuaikan diri. Meskipun terasa cocok dengan lidah, belum tentu perut mau menerima. Kalau tidak cocok, perut akan berdemonstrasi, berontak. Lantas, bisa celakalah kita.

Bagaimanapun, wisata kuliner de Macassart tak akan pernah terlupakan. Ada hal yang menarik berkaitan dengan kuliner Makassar ini. Aneka macam makanan dengan beraneka rasa dan warna dapat kita jumpai dan cicipi. Budayawan nasional, Umar Kayam yang pernah bertugas di Makassar berseloroh bahwa orang Bugis-Makassar merupakan masyarakat yang rendah hati. Alasannya meskipun pembuat kue-kue adalah orang Makassar, Bugis, Mandar atau Toraja, kue-kue itu tetap disebut Kanre Jawa. Suatu penghormatan bagi orang Jawa. Sebaliknya di Jawa, kita mengenal Kue Bugis. Sejenis kue yang terbuat dari tepung ketan yang berisi gula merah dan kelapa lalu dibungkus daun pisang muda. Suatu hal yang menarik.

Tidak hanya makanan kecil seperti jalangkote, aneka macam penganan dari pisang pun dapat kita nikmati, seperti: barongko berupa pisang yang dilumatkan hingga seperti bubur , dicampur adonan telur lalu dibungkus dengan daun pisang. Biasanya disajikan dalam keadaan dingin. Pisang Epe yaitu pisang yang dipanggang tapi sebelumnya dipres hingga gepeng lalu diberi saus gula merah, terkadang diberi aroma durian. Pisang Ijo yaitu pisang yang dibungkus adonan terigu dan daun pandan hingga berwarna hijau lalu diberi saus putih dari kelapa.

Selain itu ada pula umba-umba yang di Jawa dikenal dengan nama klepon. Di Makassar ada pula yang menyebutnya onde-onde yaitu kue dari tepung beras dengan gula merah di dalamnya dan dilumuri parutan kelapa. Biasanya kue ini khusus disajikan pada saat menempati rumah baru atau dalam upacara pembuatan perahu. Penganan lain adalah sengkolo, sejenis ketan urap dengan bahan ketan putih atau ketan hitam. Seringkali kita jumpai warung yang menjual songkolo begadang. Disebut demikian karena dijual pada malam hingga pagi hari. Biasanya dinikmati hangat-hangat dengan telur asin dan sambal. Lucu juga bila kita menawari turis asing: “Would you like to try an overnight songkolo, Sir?”

Penasaran? Ingin tahu lebih jauh? Nantikan bukunya yang akan diterbitkan Penerbit Ombak Yogyakarta!





Batavia Awal Abad XX

1 05 2007

Cerita Awalnya….

Berawal dari upaya pencarian seorang sobat tentang berita Boeaja Ketjil Batavia di Perpustakaan Nasional RI Jakarta. Kami pun menemukan tumpukan koran-koran tua berdebu. Bandera Wolanda. Ada satu cerita kenang-kenangan (gedenkschriften) seorang prajurit tua di Batavia. Surat cerita demikian si prajurit menyebutnya tampak menarik bila diterjemahkan supaya bisa dibaca khalayak. Berlembar-lembar surat cerita yang bersambung itu difotokopi dan saya bawa ke Makassar tempat saya bertugas. Cerita itu saya terjemahkan di sela-sela kesibukan dan teriknya Makassar dengan syarat sang sobat yang akan mengeditnya. Akhirnya jadilah surat cerita itu seperti ini…

cover-betawi-copy.jpg

Dan sekilas komentar pembaca serta media…

Iskandar.P. Nugraha

H Tanzil

Gatra